Transportasi Zat Melalui Membran (Dijamin Langsung Paham!)

Judul artikel transportasi zat melalui membran
Biologi Sel - Sel melakukan pertukaran gas pada saat respirasi, menyerap vitamin, nutrisi dan mengeluarkan air, serta membuang produk ekskresi. 

Proses kluarnya zat tersebut disebut transportasi zat

Jadi..

Transportasi zat adalah proses keluar masuknya suatu zat melalui membran.
 
Transportasi zat bisa terjadi dengan dua cara, yaitu aktif atau pasif. Transportasi pasif tidak membutuhkan energi, sedangkan transpor aktif membutuhkan energi.  

Energi tersebut disebut ATP. ATP ini digunakan untuk melawan perbedaan kosentrasi. Proses zat melewati membran meliputi difusi, osmosis, transportasi aktif, endositosis, dan eksositosis.

Bagian-bagian membran sel dan keterangannya
Struktur membran sel dan bagian-bagiannya

DIFUSI

Jika kita menuangkan setetes tinta ke dalam botol berisi air bening, maka dalam waktu singkat tinta akan menyebar ke seluruh bagian air. 

Peristiwa ini adalah salah satu contoh dari difusi. 

Jadi difusi adalah peristiwa mengalir atau berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian yang berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi lebih rendah. 

Gerak difusi termasuk pasif, jadi tidak perlu energi. Proses difusi terjadi karena gerak acak molekul yang berdifusi.

Di dalam semua sel terjadi proses difusi melalui membran sel. Syaratnya yaitu partikelnya sederhana, berukuran kecil, dan dapat larut dalam air atau lemak. 

Jadi kalau cairan di sekeliling sel punya konsentrasi lebih tinggi dibandingkan cairan yang ada di dalam sel, secara otomatis cairan disekeliling membran sel bisa berdifusi ke dalam sel.

Difusi terjadi secara lambat, dan diatara tiga jenis zat (cair, padat, dan gas), molekul gas adalah yang paling mudah berdifusi. 

Adapun hal-hal yang mempengaruhi kecepatan difusi adalah jarak, area, dan struktur tempat terjadi difusi.

Membran sel mempunyai dua lapis lemak yang berfugnsi sebagai penghalang molekul besar. Oleh karena itu, untuk melewati membran molekul sering elakukan difusi dengan bantuan protein membran khusus. Proses ini disebut difusi terfasilitasi

Protein hanya membantu molekul yang besar dan bersifat hidrofilik. Protei ini disebut protein kanal dan pembawa. Kecepatan difusinya tergantung pada perbedaan konsentrasi dan jumlah protein yang membantu.

Contoh difusi terfasilitasi yaitu difusi ADP ke dalam dan difusi ATP keluar dari mitokondria atau transpor glukosa delam sel darah merah.

OSMOSIS

Osmosis adalah perpindahan air melalui membran selektif permeabel dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semi permeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut. Akibatnya, terdapat tekanan sepanjang membran. 

Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian yang konsentrasinya pekat menjadi melebihi bagian yang konsentrasinya yang lebih encer. 

Osmosis akan berhenti apabila konsentrasi kedua zat sama (isotonis).

Misalnya, sel darah merah ditempatkan di lauran yang lebih encer, maka air akan masuk ke dalam sel darah merah, sehingga sel darah merah akan menggembung atau pecah. 

Namun, jika darah ditempatkan di larutan yang lebih pekat, misalkan garam, maka sel darah merah akan mengerut karena air di dalam darah akan tersedot menuju garam (keluar).

Dalam osmosis, molekul yang masuk akan menambah volume dan tekanan, tekanan ini diebut tekanan osmosis karena ditimbulkan oleh pergerakan air dengan cara osmosis. Pergerakan air dalam sistem osomosis dikendalikan energi bebas pelarut. Sehingga makin pekat larutan, makin kecil energi bebas. 

Air bergerak dari larutan yang berenergi bebas lebih besar atau encer ke larutan yang lebih pekat. Tekanan Osmosis terhadap dinding sel dinamakan tekanan turgor.

TRANSPOR AKTIF (POMPA ATP)

Tidak semua molekul bisa ditransport secara pasif karena ukuranya, maka perlu sistem transpor lain yaitu transpor aktif.  

Transpor aktif adalah pergerakan molekul zat melewati membran dengan menggunakan energi. Sumber energinya berasal dari metabolik yang dihasilkan dalam bentuk ATP.

Selain membutuhkan energi, transpor aktif juga butuh protein membran sebagai pembawa. Kelebihan transpor aktif yaitu:
  • Bisa mengangkut molekul yang besar.
  • Dapat melawan perbedaan konsentrasi.
  • Zat yang diangkut dapat ditimbun dalam sel.


ENDOSITOSIS DAN EKSOSITOSIS

Endositosis dan eksositosis adalah cara molekul besar melintasi membran. Cara ini dibantu oleh lipid bilayer, yaitu dengan cara menyelubungi partikel sehingga sel yang tadinya terdapat dilur akan masuk kedalam. Endositosis terdiri atas dua macam, yaitu fagositosis (penelanan bulat) dan pinositosis (penelanan cair).

Eksositosis yaitu penyelubungan partikel yang kaan dibuang dengan membran lipid bilayer. Kemudian membran yang menyelubungi partikel akan bergabung dengan membran sel, sehingga partikel di dalamnya akan dibebaskan keluar. Eksositosis digunakan untuk menyekresi sekres. Seperti insulin atau neurotransmitter dari neuron.

Demikian posting blog biologi hari ini mengenai transportasi zat melalui membran.
Posting Komentar

AdBlock Detected!

Like this blog? Keep us running by whitelisting this blog in your ad blocker.


Suka Blog ini? Please disable your Adblocker to access this site! Thanks. Harap nonaktifkan Adblocker Anda untuk mengakses situs ini! Terimakasih.

This is Biologi Sel this blog in your ad blocker.

Thank you!

×