• Membuat Roti Tawar Sederhana

    Roti tawar merupakan salah satu contoh dari penerapan ilmu Biologi pada bidang Bioteknologi. Proses pembuatan roti tawar melibatkan organisme patogen seperti mikroorganisme....

  • Cara Membuat Oncom

    Oncom adalah makanan tradisional yang hanya dapat kita temui di Indonesia. Oncom terbuat dari hasil fermentasi kacang kacangan...

  • Cara Membuat Tempe

    Tempe adalah makanan tradisional Indonesia yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Tempe mengandung protein tinggi...

  • Cara Membuat Yoghurt

    BMembuat yoghurt sebenarnya adalah pekerjaan yang mudah. Untuk membuat yoghurt kita membutuhkan bahan-bahan dan alat-alat yang tertera dibawah ini...

Cendawan Mikoriza Arbuskula

Akar yang terinfeksi Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA)
Akar yang terinfeksi Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA)

Pada posting kali ini saya akan membahas tentang Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA). Sebetulnya materi ini terlalu spesifik untuk pelajar SMP dan SMA, tapi mengingat peran CMA yang begitu besar bagi tumbuhan maka saya rasa tidak salah jika membahasnya pada blog biologi ini.

Apa itu Cendawan Mikoriza Arbuskula?

Oke kita bahas kata-katanya satu persatu. Cendawan itu jamur atau fungi, yaitu organisme eukariota yang tubuhnya tersusun atas Ida, memperoleh nutrisi dengan cara menyerap nutrisi dari inangnya dan berkembang biak menggunakan spora. Di alam sekitar kita banyak sekali jamur yang dapat kita temukan, baik itu jamur multiseluler (bersel banyak) ataupun jamur uniseluler (bersel satu). Peran jamur kebanyakan adalah parasit bagi inangnya, tapi tidak semua jamur bersifat demikian dan banyak juga jamur yang dapat kita konsumsi (dijadikan bahan makanan).

Sementara itu mikoriza dapat diartikan sebagai jamur yang berasosiasi dengan tumbuhan, dimana asosiasi ini menguntungkan bagi tumbuhan, karena mempermudah tumbuhan untuk mendapatkan unsur hara yang terdapat secara terbatas di dalam tanah seperti fosfat. Jamur juga mendapatkan keuntungan berupa tempat hidup (habitat) dan nutrisi dari akar tumbuhan tersebut. Mikoriza dikelompokan menjadi dua kelompok, yaitu endomikoriza dan ektomikoriza. Endomikoriza merupakan kelompok mikoriza yang struktur tubuhnya dapat masuk/menembus dinding sel akar tumbuhan sementara ektomikoriza adalah kelompok mikoriza yang hanya terdapat diluar akar dan tidak menembus sel akar. Ektomikoriza biasanya mempunyai jamur multiseluler yang ukurannya cukup beser di perumukaan tanah, namun jika diperhatikan lebih lanjut ternyata jamur tersebut masih terhubung dengan akar tumbuhan yang ada didekatnya, contohnya jamur yang ada di sekitar tumbuhan melinjo (Gnetum gnemon).

Dan yang terakhir arbuskula, arbuskula berasal dari kata arbuskel yaitu bulatan-bulatan. Uap, ciri khas dari kelompok jamur ini adalah memiliki arbuskel atau bulatan yang sebenarnya adalah mother cell dan spora. Cendawan Mikoriza Arbuskula merupakan kelompok jamur yang termasuk dalam kelompok endomikoriza, jadi jenis jamur ini dapat masuk ke dalam sel akar tumbuhan. Walaupun begitu, jamur ini menghasilkan spora dan hifa diluar akar. Jadi cendawan mikoriza arbuskukla adalah jamur yang berasosiasi dengan tumbuhan dan membentuk arbuskel-arbuskel atau bulatan-bulatan.

CMA bersifat biotrof, artinya jamur ini tidak bisa hidup tanda adanya tumbuhan. Oleh karena itu untuk memperbanyak CMA dibutuhkan tumbuhan inang, tidak seperti perbanyakan pada cendawan lain (contoh: endofit) atau bakteri yang dapat menggunakan media PDA dan media lainnya tanpa memerlukan inang. Hampir seluruh tumbuhan terastrial (hidup di daratan) berasosiasi dengan CMA, presentasinya mencapai 90%.

Peran Cendawan Mikoriza Arbuskula

Peran Cendawan Mikoriza Arbuskula banyak sekali. Para peneliti terus berusaha menemukan dan mengembangkan potensi-potensi yang ada di dalam CMA ini. Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) telah mengembangkan produk dari CMA untuk menanam tumbuhan di padang pasir (dengan bantuan mikroba lainnya). Selain itu CMA juga dapat dimanfaatkan untuk reboisasi lahan pasca tambang, perbaikan hutan dan dapat juga dimanfaatkan untuk tanaman perkebunan seperti sawit, kakao dan karet.

Perlu diperhatikan, walaupun CMA dapat berperan sebagai pupuk (meningkatkan pertumbuhan dan meningkatkan ketahanan terhadap penyakit) namun beberapa ahli menentang istilah pupuk untuk mikoriza, karena mikoriza ini bersifat sebagai pengurai tidak seperti pupuk lainnya. Satu lagi, mikoriza hanya bisa digunakan ketika pembibitan atau masa awal tanam, jadi jika diberikan mikoriza pada saat tanaman sudah tua (berumur) maka mikoriza ini tidak akan berpengaruh. Hal ini terjadi karena akar yang sudah dewasa enggan berasosiasi dengan mikoriza.

Demikian posting hari ini mengenai cendawan mikorizaarbuskula, semoga bermanfaat dan pada posting selanjutnya saya akan membahas tentang cara bagaimana membuat sebut saja pupuk sehingga dapat dimanfaatkan secara langsung. Terimakasih.


Masih Suka Buang Sampah Plastik Sembarangan?

Halo pembaca sekalian... apa kabar? Semoga baik-baik saja yah. Akhir-akhir ini saya memang sengaja tidak menulis Post baru di blog biologi ini, karena sedang berusaha fokus mengerjakan tugas akhir a.k.a skripsi (mohon doanya semoga dilancarkan, amin).

Tapi pada pagi ini saya mendapatkan sebuah video yang sangat memprihatinkan. Video ini diambil di sebuah pulau yang bernama Midway. Pulau Midway adalah sebuah pulau yang tidak berpenghuni, terletak sekitar 2000 km dari garis pantai. Jaraknya hampir sama antara Amerika Utara dan Asia, dan hampir setengah di seluruh dunia dari Inggris. Disana terdapat banyak sekali tumpukan sampah dan burung-burung albator.

Buat kamu yang suka buang sampah plastik sembarangan atau sampah lainnya dan buat kamu yang mengira kalau sampah itu tidak akan menghasilkan bahaya apapun, maka kamu harus menonton video dibawah ini agar kamu menjadi lebih sadar. Sebenarnya video ini tidak hanya untuk mereka yang suka buang sampah sembarangan, tapi untuk kita semua juga, agar kita lebih menghargai alam.


Bagaimana videonya? Memprihatinkan bukan?

Tulis komentar kamu mengenai video ini di kolom komentar yah J

Toksikologi Lingkungan

Toksikologi Lingkungan

Toksikologi adalah sebuah kajian ilmu, cabang dari Biologi tentang pengaruh bahan-bahan kimia yang merugikan terhadap organisme atau mahluk hidup. Sementara itu Toksikologi lingkungan berarti cabang ilmu Biologi tentang pengaruh bahan-bahan kimia yang merugikan terhadap organisme dan lingkungannya.

Toksikologi juga merupakan subuah mata kuliah pilihan di jurusan Pendidikan Biologi (mungkin tidak di beberapa Universitas lain). Awalnya saya tidak tertarik dengan mata kuliah ini, namun karena mata kuliah yang saya minati peminatnya kurang dari sepuluh orang, sehingga harus ditutup maka saya terpaksa pindah ke mata kuliah pilihan lain dan satu-satunya mata kuliah yang kosong adalah toksikologi.

Menyesal? Tidak, karena ternyata bidang kajian ilmu ini sangat menarik untuk dipelajari, kita menjadi lebih tahu bahaya dari sebuah zat kimia yang sering kita gunakan sehari-sehari, isu-isu tentang lingkungan dan tentunya solusi dari masalah-masalah tersebut.

Sejarah Toksikologi

Pada pertemuan perdana kemarin Bu Dian (Dosen Toksikologi Lingkungan) menjelaskan gambaran umum tentang kajian ilmu Toksikologi. Namun sebelumnya beliau menceritakan sedikit tentang awal mula atau sejarah Toksigologi.

“Kalian tahu bagaimana awal mulanya sehingga ada kajian tentang toksik?” Tanya Bu Dian kepada para mahasiswa.

Banyak yang menjawab dengan versinya masing-masing, ada yang menjawab ‘karena dulu ada yang keracunan’ dan masih banyak lagi jawaban mahasiswa menurut logikanya masing-masing.

Akhirnya beliau menjelaskan bahwa awal mula kajaian toksikologi adalah ‘Api’, iya ‘api’, kalian tahu api kan? Pada masa lalu orang membuat api dengan menggesekan dua batu, dengan gaya gesek itu munculah panas dan akhirnya menciptakan percikan api, api tersebut ternyata mengubah bau udara yang disekitarnya. Oke jangan jauh-jauh ke jaman dulu, ketika kita menyalakan lilin saja bau udara yang ada di ruangan pasti berubah. Salain itu, api juga membutuhkan oksigen dan menghasilkan asap, oksegen dibutuhkan manusia untuk bernafas dan asap api yang hitam biasanya berbahaya karena mengandung toksik.

Manfaat Toksikologi

Manfaat Toksikologi tentu sangat besar bagi kehidupan, mulai dari menyediakan solusi dari berbagai masalah liingungan (pengelolaan limbah), melakukan pencegahan terhadap keracunan dan bahaya lain yang dapat diakibatkan oleh zat kimia, landasan untuk membuat standar baku dan mutu dan lain-lain.

Karena manfaat itulah saya yang tadinya tidak tertarik dengan mata kuliah ini akhirnya menjadi tertarik.

Beberapa Istilah dalam Toksikologi

Berikut adalah beberapa istilah umum dalam toksikologi:

Toksikan: Toksikan adalah senyawa kimia atau zat yang menghasilkan efek negatif terhadap organisme atau mahluk hidup.

Toksisitas: Toksisitas adalah kemamuan racun (toksik) untuk menimbulkan kerusakan terhadap organ yang sensitif.

Toksikan dan Xenobiotic memiliki makna yang sama (lebih tepatnya mirip), hanya saja jika Xenobiotic ini zat atau bahan kimianya merupakan buatan atau artificial.

Oke sekian untuk posting kali ini mengenai ToksikologiLingkungan. Tetap semangat belajar Biologi dan gapai impianmu! Bye...


Tips Mencari Judul Skripsi

judul skripsi

Mencari judul skripsi bukan lah hal yang mudah, tapi juga tidak susah. Skripsi merupakan tugas akhir seorang mahasiswa dan merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana. Banyak orang yang merasa sangat terbebani dengan tugak akhir ini, sehingga membuka lapangan pekerjaan baru bagi para manusia yang tidak mengindahkan kata halal dan haram. Yap... banyak sekali berkeliaran jasa-jasa pembuatan skripsi.

Tulisan ini terinspirasi dari adik tingkat yang panik karena belum dapet judul atau ide untuk skripsinya. Ya, mungkin saya dulu juga seperti itu. Tapi percayalah, panik tidak akan menyelesaikan masalah! Saya sendiri sebenarnya belum menyelesaikan tugas akhir ini, tapi setidaknya saya sudah punya judul dan sedang proses bimbingan.

Oke berikut adalah tips untuk mendapatkan judul skripsi:

Interest

Yang pertama adalah interest atau minat. Minat kamu apa? Oke, kalau kamu belum tahu minat kamu apa, kira-kira mata kuliah apa sih yang paling kamu suka. Tidak ada? Saya yakin kamu salah masuk jurusan haha...

Semua orang pasti tidak mau menjadi budak, karena budak harus selalu mengerjakan apa yang diperintahkan oleh majikannya, dalam kata lain budak mengerjakan pekerjaan yang tidak mereka senangi. Nah, begitu juga kamu, jika kamu mencari judul yang tidak kamu sukai bagaimana nanti saat mengerjakannya? Pasti kamu akan tersiksa. Bukankah lebih asik kalau kita mengerjakan apa yang kita senangi? (Asik dah, bijaksana banget kayaknya paragraf ini)

Cari Masalah

“Masalah kok di cari? Ada juga menghindari masalah!”, mungkin itulah yang ada dipikiran anda. Tapi ternyata fakta menunjukan bahwa masalah itu selalu ada (bahkan banyak sekali), baik itu masalah pribadi, keluarga, kampung, komplek, daerah atau bahkan masalah negara. Jangan jauh-jauh ke negara dulu deh, coba kamu perhatikan keadaan lingkungan di sekitar, jika kamu peka maka kamu akan menemukan masalah yang dapat dikorelasikan dengan kajian ilmu yang kamu pelajari di kampus.

Bahkan, masalah yang tidak ada juga bisa di ada-adain (maksa). Nih, contoh masalah yang sebenarnya bukan masalah pada penelitian saya; Di Indonesia ini minuman yang tersedia kurang beragam, Cuma terbatas ke susu, kopi, the, yoghurt dll. Nah, dengan masalah itu saya membuat solusi dengan membuat minuman jenis baru yang sudah tidak asing di negara lain yaitu Kombucha Coffee, selain itu saya juga sertakan nilai gizi minuman tersebut dan manfaat lainnya.

Baca Jurnal

Oke kita anggap sekarang kamu udah tahu bidang atau tema yang ingin kamu jadikan judul dan kamu juga sudah menemukan masalahnya. Tentunya kamu akan mendapatkan beberapa kata kunci bukan? Misalnya saya tadi tertarik dengan Kombucha Coffee, maka saya mendapatkan kata kuci; kombucha coffe, fermentasi dll. Nah, kata kunci itulah yang akan kita gunakan untuk mencari jurnal. Masukan kata kunci tersebut di Google Scholar atau website yang menyediakan layanan jurnal (biasanya kampus menyediakan username dan passwordnya).

Kumpulkanlah beberapa jurnal, baca! Dan pahaimi! Jika sudah, coba kamu pulih diantara jurnal tersebut yang paling kamu suka (kalau saya sih biasanya milih penelitian yang lebih meudah hehe). Nah, kalau sudah nemu satu jurnal yang benar-benar pas menurut kamu, maka perlu kamu lakukan hanya mengubah variabelnya. Berikut contohnya:

Jurnal yang saya temukan
Pengaruh waktu fermentasi terhadap kadar kaffein pada proses pembuatan Kombucha Coffee

Judul yang sudah saya ubah dikit
Pengaruh kadar glukosa terhadap kadar kaffein pada proses pembuatan Kombucha Coffee

Hunting Referensi

Referensi itu bisa berupa buku, jurnal, website dan publikasi lainnya. Carilah referensi yang berkaitan dengan judul atau tema skripsimu. Tipsnya biar kamu enggak bingung nyari referensi apa saja, coba kamu lihat daftar pustaka di jurnal yang sebelumnya sudah kamu download tadi, tulis beberapa referensi yang kira-kira kamu butuhkan dan cari referensi tersebut atau cari referensi yang sama. Oya, usahakan cari referensi yang palng baru atau ter-update.

Biaasnya setelah melakukan studi pustaka maka kamu akan mendapatkan ide baru untuk merubah sedikit judul yang telah kamu dapat sebelumnya. Misalnya judul saya tadi, ternyata suhu juga mempengaruhi proses fermentasi pada Kombucha Coffee, oleh karena itu saya memilih untuk menggunakan variabel suhu.

Oke sekian untuk tips mendapatkan judul skripsi, semoga posting di blog biologi ini bermanfaat.

Berikut adalah beberapa masalah dan judul skripsi dari teman-teman saya, semoga dapat menginspirasi anda.

Di kampung si A ada aliran sungai yang cukup besar, namun sungai tersebut dipenuhi oleh eceng gondok sehingga mengganggu aliran sungai. Dia berinisiatif untuk membuat biogas dari eceng gondok.

Di daerah si B terjadi reklamasi pantai besar-besaran, dia sering mancing ikan disitu dan akhirnya terinspirasi untuk melakukan identifikasi makro alga dan mengetahui pengaruh dari reklamasi tersebut terhadap keragaman jenis makro alga disana.

Si C sadar kalau pendidikan di Indonesia in terbatas karena kurangnya fasilitas laboratorium, oleh karena itu dia membuat sebuah aplikasi berbasis flash yang berjudul “Virtual Labrotary”.

Dosen D mengetahu bahwa manfaat Cendawan Mikoriza Arbuskula sangat besar bagi pertumbuhan tanaman, eksplorasi diberbagai ekosistem telah dilakukan, namun pada ekosistem mangrove masih jarang. Oleh karena itu dia membuat proyek mulai dari eksplorasi, aplikasi langsung dll di ekosistem mangrove.


Review Tinta Blue Print

Saya sedang ikut lomba video, temen-temen bantu like yah di YouTube (^.^)

BIOTEKNOLOGI BAHAN BAKAR ALTERNATIF

BAHAN  BAKAR

Saat ini, ada dua jenis bahan bakar yang diproduksi dari fermentasi limbah, yaitu gasohol (alkohol) dan biogas (metana).

Gasohol 

Pada tahun 1970-an, harga minyak meningkat, sehingga banyak negara mencoba untuk mencari energi alternatif. Salah satunya adalah dengan menggunakan bahan bakar berbahan baku nabati (biofuel), misalnya gasohol.

Gasohol bersifat murah, dapat diperbaharui dan tidak menimbulkan polusi. Bahan baku yang banyak digunakan adalah tebu. Setelah tebu diambil gulanya, maka tersisa limbah beserat yang disebut bagasse. 

Proses pembuatan gasohol meliputi 5 langkah yaitu:
1. Penanaman tebu
2. Ekstrak gula dengan menggilas tebu
3. Pengkristalan sukrosa
4. Fermentasi molase menjadi alkohol
5. Destilasi (penyulingan)

Biogas 

Alternatif bahan bakar masa depan untuk menggantikan minyak selain gasohol adalah biogas. Biogas dibuat melalui fase fermentasi anaerob dalam fermentasi limbah kotoran organisme. 

Hasil penguraian senyawa organik yang dijadikan sumber energi adalah gas metana. Ada 3 kelompok mikroba yang menghasilkan gas metana:
1. Kelompok bakteri fermentatif yaitu, Streptococci, Bacterioides dan Enterobacteriaceae.
2. Kelompok bakteri asetogenik, yaitu Kethanobacillus dan Desulfovibrio.
3. Kelompok bakteri metana, yaitu Methanobacteriu, Methanobacillus dan Methanococcus.

Ketiga kelompok bakteri tersebut bekerja sama dalam pembentukan biogas. Meskipun yang mendominasi fermentasi metana adalah Methanobacterium