PORIFERA

PORIFERA

Apa itu Porifera?


Spons (di cabang parazoa pada pohon filogenik) mewakili garis keturunan terdekat dengan organisme multiseluler (protista) yang menjadi kingdom hewan. Lapisan sel spons merupakan perserikatan sel-sel yang tersusun longgar,bukan merupakan jaringan sejati karena sel-sel itu secara relatif belum terspesialisasi. Tahukah kamu spongebob itu adalah porifera yaitu hewan yang tubuhnya berpori-pori. Porifera juga memiliki 2 fase kehidupan yaitu fase larva dan dewasa. Porifera memiliki tubuh diploblastik yang tersusun atas Lapisan luar (epidermis=epithelium dermal),  Mesohyl atau Mesoglea, Endodermis atau lapisan dalam. Pencernaan makanan pada porifera berlangsung secara intraseluler. Porifera berkembang biak secara aseksual maupun seksual. Reproduksi aseksual terjadi dengan cara pembentukan tunas (budding). Reproduksi seksual terjadi baik pada sponge yang hermaprodit maupun diocious. Berdasarkan Tempat Proses Terjadinya Pengambilan zat-zat makanan atau sistem saluran air porifera di bedakan menjadi 3 buah yaitu Ascon, Sycon atau scypa, Leucon atau rhagon. Filum porifera terdiri dari 3 kelas, yaitu kelas Calcarea atau Calcispongiae memiliki 2 ordo, kelas Hexactinellida atau Hyalospongiae memiliki 2 ordo, Kelas Demospongiae memiliki 8 ordo. Untuk lebih jelasnya berikut pembahasan tentang porifera.

Karakteristik Porifera

Porifera berasal dari bahasa latin yaitu porus=pori atau lubang kecil dan ferre=membawa atau mengandung atau dapat di artikan porifera adalah hewan yang tubuhnya mengandung lubang-lubang kecil atau hewan yang memiliki tubuh yang berpori-pori. Porifera memiliki sistem saluran air atau kanal untuk mensirkulasikan air di dalam tubuhnya. Selain itu, porifera memiliki tubuh diploblastik, simetri radial, tersusun atas sel-sel yang bekerja secara mandiri atau belum adanya kerjasama antara sel yang satu dengan yang lainnya. Porifera memiliki 2 fase kehidupan yaitu fase larva dan dewasa. Pada fase larva porifera dapat berenang bebas sedangkan pada fase dewasa porifera dapat hidup menetap tanpa berpindah-pindah atau di sebut sesil. Porifera juga hidup berkoloni. Porifera memiliki habitat di air laut tetapi ada juga porifera yang d air tawar yaitu famili dari spongilidie. Porifera memiliki bentuk tubuh yang bermacam-macam yaitu kipas, jambangan bunga, batang, globular, genta, terompet, dan lain- lain. Porifera ada yang memiliki warna seperti kelabu,kuning, jingga, hitam, dan lain lain (warnanya akan berubah jika terkena sinar matahari) dan ada yang tidak. Porifera hewan multiseluler yang paling sederahana. Porifera hidup secara heterotrof dan makanan porifera adalah bakteri dan plankton. Makanan yang masuk ke tubuh porifera berupa cairan sehingga porifera di sebut pemakan cairan. 

Struktur Tubuh  Porifera 

Bentuk tubuh hewan ini bermacam-macam jambangan,piala,dan lain-lain. Tubuh melekat pada dasar perairan. Pada bagian tengah tubuhnya terdapat ruangan yang di sebut spongosol atau saluran air. Pada ujung atas ruang tersebut terdapat lubang besar tempat keluarnya  air yang di sebut oskulum.

Porifera memiliki tubuh diplobastik yang tersusun atas:

Lapisan luar (epidermis=epithelium dermal) 
Lapisan ini tersusun dari sel epitelium yang pipih  atau sering di sebut pinakosit. Beberapa sel ini membentuk ostium atau lubang kecil sebagai tempat masuknya air dan salurannya di lapisi oleh porosit. Porosit memiliki fungsi yaitu mengendalikan ostium pada saat membuka dan menutup. 

Mesohyl atau Mesoglea
Mesoglea merupakan lapisan pembatas antara lapisan dalam dan luar  yang mengandung 2 macam sel, yaitu:  
Sel-sel ameboid yang memiliki fungsi mengangkut O2, zat makanan dan sisi metabolisme serta penghasil gelatin.
Sel skleroblas memiliki fungsi membentuk spikula atau duri-duri sebagai penguat dinding yang lunak. Spikula tersusun dari zat kapur, kersik bahkan protein.

Endodermis atau lapisan dalam

Lapisan ini terdiri dari koanosit atau sel-sel leher yang melapisi rongga atrium atau spongocoel. Bentuk choanocyte agak lonjong, ujung yang satu melekat pada mesohyl dan ujung yang lain berada di spongocoel serta dilengkapi sebuah flagelum yang dikelilingi kelepak dari fibril. Koanosit berfungsi sebagai organ respirasi, mengatur pergerakan air, dan untuk mencerna makanan. 

Sistem Pencernaan Porifera 

Pencernaan makanan berlangsung secara intraseluler. Gerakan flagela pada sel leher menyebabkan aliran air dari ostium masuk ke spongosol lalu ke oskulum. Air yang mengalir ini membawa oksigen dan makanan yang berupa plankton. Makanan d tangkap oleh sel-sel leher, kemudian di cerna di vakuola makanan. Setelah di cerna, sari-sari makanan di angkut oleh sel-sel amebosit untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Sisa makanan yang tidak berguna dikeluarkan oleh sel leher ke dalam air di dalam spongosol dan seterusnya dikeluarkan melalui oskulum bersama aliran air dalam tubuhnya.

Sistem reproduksi Porifera 

Porifera memiliki kemampuan regenerasi yang cukup tinggi. Bagian tubuh sponge yang terpotong atau rusak, akan menglami regenerasi menjadi utuh kembali. Kemampuan melakukan regenerasi ada batasnya, misalnya potongan sponge leuconoid harus lebih besar dari 0,4 mm dan mempunyai beberapa sel choanocyte supaya mampu melakukan regenerasi menjadi sponge baru yang kecil. 

Porifera berkembang biak secara aseksual maupun seksual. Reproduksi aseksual terjadi dengan cara pembentukan tunas (budding) atau pembentukan sekelompok sel esensial, terutama amebocyte, kemudian dilepaskan. Bebeberapa jenis sponge laut mambentuk gemmule, yaitu tunas internal. Gemmule terbentuk dari sekumpulan archeocyte berisi cadangan makanan dikelilingi amebocyte yang membentuk lapisan luar yang keras. Di daerah tropis, gemmule terbentuk sepanjang tahun terutam menjelang musim kemarau. Di daerah bermusim empat, pembentukan gemmule terutama pada musim gugur untuk mempertahankan diri menghadapi musim dingin, ketika tubuh sponge induk hancur. Bila musim semi tiba, sel archeocyte mengalir keluar dari gemmule, membungkus sebagian cangkang dan melakukan diferensiasi manjadi berbagai tipe yang diperlukan untuk tumbuh menjadi sponge kecil. 

Reproduksi seksual terjadi baik pada sponge yang hermaprodit maupun diocious. Hermafrodit adalah ovum dan sperma di produksi oleh satu induk yang sama. Kebanyakan porifera adalah hermaprodit, namun sel telur dan sperma diproduksi pada waktu yang berbeda. Sperma dan sel telur dihasilakan oleh amebocyte, sumber lain mengatakan bahwa sperma juga dapat terbentuk dari choanocyte. Sperma keluar dari tubuh induk melalui osculum bersama dengan aliran air. Dalam spongocoel, sperma akan masuk ke choanocyte atau amebocyte. Sel amebocyte berfungsi sebagai pembawa sperma menuju sel telur dalam mesohyl. Kemudian amebocyte beserta sperma melebur dengan sel telur, terjadilah pembuahan (Suwignyo, 2002). 

Berdasarkan Tempat Proses Terjadinya Pengambilan Zat-Zat makanan atau Sistem Saluran Air Porifera di Bedakan Menjadi 3 Buah.
Ascon
Ascon merupakan tipe saluran yang paling sederhana karena ostium di hubungkan langsung ke saluran spongosol. Contohnya pada Leucosolenia sp.Sycon atau scypa.
Sycon 
Sycon merupakan tipe saluran air yang lubang-lubang ostiumnya dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga yang berhubungan langsung ke spongosol. Rongga di lapisi oleh koanosit. Contohnya pada Scypha sp.
Leucon atau rhagon
Leucon merupakan tipe saluran air yang lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran bercabang ke rongga sudah tidak berhubungan langsung lagi dengan spongosol. Contohnya pada Spongila sp. 

Klasifikasi Porifera

Filum porifera terdiri dari tiga kelas


Kelas Calcarea atau Calcispongiae 
Hidup di laut(pantai dangkal) bentuk tubuh sederhana,kerangka tubuh tersusun atas CaCo3,koanosit besar. Kelas Calcareae terdiri dari 2 ordo, yaitu: 
  • Ordo Asconosa (tipe ascon yang kemudian berubah menjadi tipe rhagon). Contohnya Leucosolenia 
  • Ordo Syconosa (tipe sycon kemudian berubah menjadi tipe rhagon). Contohnya Scypha.

Kelas Hexactinellida atau Hyalospongiae 
Hidup di laut pada kedalaman 90 cm samapai 5.000 m, kerangka tubuhnya tersusun atas bahan kersik atau silikat (H2S13O7,spikula berduri 6). Kelas Hexactinellida atau Hyalospongiae terdiri dari 2 ordo, yaitu:
  • Ordo Hexasterophora (spikulanya berbentuk bintang atau astrose). Contohnya Euplectella.
  • Ordo Amphidiscophora (spikula berbentuk amfidiskus). Contohnya Hyalonema.

Kelas Demospongiae 

Umumnya hidup di laut, beberapa spesies hidup di air tawar. Pada umumnya tidak mempunyai rangka terbuat dari kersik, spongin atau campuran keduanya. Kelas Demospongiae terdiri dari 8 ordo yaitu:
  1. Ordo Carnosa (rangka tubuh tersusun atas bahan organik yang berbentuk bubur, kadang-kadang di temukan spikula kecil). Contohnya Chondrosia. 
  2. Ordo choristida (rangka tersusun atas spikula yang tersusun atas spikula yang berjajar empat, mencuat dari suatu titik sentral). Contohnya Geodia.
  3. Ordo epipolasida (bentuknya sperikal, spikula monakson serta mencuat menjari dari daerah sentral tubuhnya). Contohnya Tethya.
  4. Ordo hadromerina (spikula berbentuk seperti pines). Contohnya Cliona.
  5. Ordo halichondrina (spikula brujung dua atau berbentuk seperti bulu). Contohnya Halichondria.
  6. Ordo poeciloclerina (rangka tubuh tersusun atas berbagai bentuk spikula dan kadang-kadang spongin). Contohnya Microciona.
  7. Ordo haplosclerina (berkerangka fibrosa). Contohnya Haliclona.
  8. Ordo keratosa (tidak berspikula berangka spongin). Contohnya Spongia (alat penggosok pada waktu mandi).


DAFTAR PUSTAKA

Neil A, Campbell.dkk.2004. Biologi. Jakarta: Erlangga.
Rusyana, Adam.2011. Zoologi Invertebrata. Bandung. Alfabeta.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22989/5/Chapter%20II.pdf
seanet.stanford.edu

0 comments: