Kepuh (Sterculia foetida) | Biologi sel dan Molekuler

October 8, 2013

Kepuh (Sterculia foetida)

Kepuh (Sterculia foetida

KLASIFIKASI Kepuh (Sterculia foetida


Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Dilleniidae
Ordo : Malvales
Famili : Sterculiaceae 
Genus : Sterculia
Spesies         : Sterculia foetida

DESKRIPSI / KARAKTERISTIK Kepuh (Sterculia foetida


Kepuh (Sterculia foetida) adalah genus dari tanaman berbunga di mallow keluarga, Malvaceae .

Habitus

Habitus Sterculia foetida ialah Pohon yang tumbuh cepat dengan tinggi ± 120 cm. Cabang-cabang tumbuh mendatar dan berkumpul pada ketinggian yang kurang lebih sama.

Daun

Bentuk daun berupa daun majemuk menjari berbentuk jorong dengan ujung dan pangkal yang runcing. Panjang daunnya berkisar antara 10-17 cm, berdasarkan analisis sitogenetika berupa jumlah, ukuran, bentuk, dan kariotipe kulit pohon terkelupas. 

Bunga dan Buah

Bunga terdapat di ujung batang/ranting, pada awalnya bunga berwarna kuning keabuan kemudian menjadi merah. Dan buah kepuh besar agak lonjong berukuran 7-9 cm dengan lebar sekitar 5 cm, kulit buah tebal dan keras dengan warna merah kehitaman., setiap buah mempunyai 10-17 biji. Biji 10-15 butir per buah, bentuk bundar telur, kehitaman, melekat dengan aril berwarna kuning, 1,5-1,8 cm panjangnya. 

Akar

Pohon ini mempunyai akar tunjang dan berbanir dan Batang Berkayu ringan, permukaan batang kasar.

Manfaat

Berbagai manfaat hampir semua bagian tanaman dari kulit batang, daun atau buah dan bijinya sering dimanfaatkan sebagai campuran jamu. Kulit pohon dan daun dapat digunakan sebagai obat untuk beberapa penyakit antara lain rheumatic, diuretic, dan diaphoret.

Sumber

(http://lppm.uns.ac.id/2010/05/24/identifikasi-dan-seleksi-keragaman-tanaman-pranajaya-sterculia-foutida-linn-serta-teknologi-perbanyakan-tanaman-secara-in-vitro-untuk-penyediaan-bahan-baku-biofuel) 

0 comments: