Sumber materi biologi tentang sel, sel tumbuhan, sel hewan, fungsi sel, struktur sel, perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan

Kecubung Gunung (Brugmansia suaveolens)

Kecubung Gunung (Brugmansia suaveolens)

Klasifikasi Kecubung Gunung (Brugmansia suaveolens)


klasifikasi Kecubung Gunung (Brugmansia suaveolens)

Ciri umum Kecubung Gunung (Brugmansia suaveolens)

Kecubung gunung (Brugmansia suaveolens) merupakan tumbuhan perdu yang berbatang kayu dan tebal. Tumbuhan ini memiliki banyak cabang yang mengembang ke kanan dan ke kiri. Tinggi tumbuhan Kecubung umumnya kurang dari 2 meter. Tanaman ini adalah perdu kuat, tegak atau pohon kecil, batang bulat, kasar dan percabangan simpodial.

Daun

Daun Kecubung Gunung (Brugmansia suaveolens) berwarna hijau, berbentuk bulat telur dan pada bagian tepiannya berlekuk-lekuk tajam.Daunnya tunggal (karena bunga terdapat di ketiak daun), filotaksis  (folia sparsa atau berseling), apex runcing (acutus), basis tumpul dan tidak simetris. Warna daun bagian atas hijau tua, bagian bawah hijau muda. Tekstur bagian atas dan daun berbulu halus. Pertulangan daun menyirip (penninervis).

Bunga

Bunga Kecubung Gunung menyerupai terompet. Pada Kecubung hias bisa mempunyai warna bunga yang beraneka ragam. Panjang bunga sekitar 12-18 cm. Bunga Kecubung biasanya mulai mekar pada sore hari menjelang malam. Bentuk bunga  aktinomorf ( bentuk terompet). Jumlah & warna sepal : 1 & warna hijau muda (bentuk tabung). Jumlah & warna petal :   5 & warna orange muda/ putih.  Jumlah Stamen  5. Kedudukan ovarium superus (menumpang). Infloresensi amentum (untai). Braktea/Brakteola tidak ada.  Rumus bunganya *Ca 1 Co (5) A 5 G(1)

Buah

Buah Kecubung Gunung bulat dengan salah satu ujungnya bertangkai pendek dan melekat kuat berukuran diameter 4-5 cm. Pada bagian luar buah kecubung, dihiasi duri-duri sedangkan bagian dalamnya berisi biji-biji kecil berwarna kuning kecoklatan. Buah Kecubung Gunung berwarna hijau, buah buni memanjang, tidak berduri tempel, berambut halus, panjang 9-11 cm, tidak membuka.

Biji

Biji berkulit tebal menyerupai gabus, berwarna abu-abu. Kecubung gunung dapat dierbanyak dengan cara setek dan biji.
Habitat: Kecubung gunung biasa hidup di daerah dataran rendah sampai ketinggian tanah 800 meter di atas permukaan laut. Selain tumbuh liar di hutan dan ladang, kecubung gunung juga sering ditanam di kebun atau ditanam sebagai tumbuhan hias di pekarangan. Perbanyakan tanaman ini melalui biji ataupun stek.

Distribusi

Kecubung Gunung berasal dari Asia Tenggara, namun ada juga yang penyebarannya sampai ke Benua Amerika.

Manfaat

Bunga kecubung gunung beracun, berkhasiat antiasmatik dan penghilang nyeri (analgesik).Kandungan kimianya  Alkaloid skopolamin, saponin, glikosida flavonoida dan polifenol. Zat aktif ini bisa menimbulkan halusinasi.

Bagian yang digunakan adalah bunga.Bunga digunakan untuk mengatasi sesak napas, nyeri haid dan sakit perut

Sumber

Anonim. 2010.Brugmansia suaveolens. http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=226.Di akses pada tanggal 23 Juni 2012, pada pukul 16.08 WIB.
Anonim. 2012. Brugmansia suaveolens. http://ff.unair.ac.id/sito/index.php?search=Brugmansia+suaveolens&p=1&mode=search&more=true&id=240. Di akses pada tanggal 23 Juni 2012, pada pukul 17.12  WIB.
Anonim. 2010. http://www.plantamor.com.Di akses pada tanggal 23 Juni 2012, pada pukul 17.35 WIB.

0 Komentar untuk "Kecubung Gunung (Brugmansia suaveolens)"
Back To Top -->