SEL



Diikat oleh membran, sel mengandung organel seperti ribosom dan sitoplasma beserta materi genetik yang menyusun materi genetiknya. Mereka dapat termasuk dalam kelompok prokariotik atau eukariotik dan tersedia dalam berbagai ukuran dan bentuk. Sel prokariotik seperti bakteri dan archaea memiliki struktur yang tidak rumit; alih-alih memiliki organel yang terikat membran dan nukleus, sel prokariotik hanya memiliki kromosom melingkar yang terletak di dalam sitoplasmanya yang berisi materi genetiknya. Sebaliknya, sel eukariotik jauh lebih canggih, terdiri dari protista, jamur, mamalia dan tumbuhan serta beberapa protista mirip protista dan tumbuhan.


Sel menjalankan berbagai fungsi penting bagi kehidupan - perkembangan, reproduksi, respons terhadap rangsangan, dan menjaga homeostatis di antara sel-sel tersebut - sementara organelnya bekerja secara kolaboratif dan berkomunikasi satu sama lain untuk mencapai misi ini.

Respirasi sel mengacu pada bagaimana mitokondria dalam sel eukariotik menghasilkan energi dengan memproduksi ATP; fotosintesis - dimana tumbuhan mengubah energi cahaya menjadi energi kimia - dilakukan oleh kloroplas di dalam sel tumbuhan.

Molekul pemberi sinyal seperti hormon dan neurotransmiter menyediakan sarana lain yang digunakan sel untuk berkomunikasi dengan lingkungannya dan satu sama lain, membantu mengoordinasikan tindakan dan beradaptasi dengan cepat terhadap setiap perubahan yang muncul di lingkungannya. Sel adalah struktur luar biasa yang penting bagi kelangsungan hidup semua makhluk hidup dan mewakili salah satu fondasi tempat bergantungnya kehidupan. Sel melakukan banyak tugas yang beragam sambil terus beradaptasi dan merespons perubahan di lingkungannya dengan berevolusi.

    Tubuh manusia mengandung berbagai jenis sel dengan fungsi tertentu; berikut beberapa yang umum ditemukan:

  • Sel darah merah:

    Sel darah merah mengangkut oksigen ke seluruh tubuh sementara sel darah putih bertindak sebagai mekanisme pertahanan melawan infeksi; sel-sel seperti itu membentuk darah kita.
  • Sel-sel saraf:

    Sel-sel saraf (juga disebut sebagai neuron) membentuk blok bangunan untuk pemikiran, emosi dan gerakan dalam tubuh Anda serta berfungsi untuk mengangkut informasi di sekitarnya.
  • Sel otot:

    Sel otot memfasilitasi gerakan dengan berkontraksi dan rileks, membantu memfasilitasi gerakan. Sel otot terdiri dari tiga jenis - halus (tidak disengaja), jantung (tidak disengaja) dan kerangka (tidak disengaja).
  • Sel tulang:

    Tulang kita dibentuk dan dipelihara oleh berbagai sel yang disebut osteoblas yang menghasilkan jaringan tulang baru dan osteoklas yang mendegradasinya.
  • Sel lemak:

    Sel lemak (atau adiposit) menyimpan energi sebagai lemak. Hepatosit (sel hati), juga disebut sebagai granulosit hati atau disingkat "hep", adalah pemain kunci dalam sintesis dan penyimpanan protein; metabolisme karbohidrat; produksi kolesterol, pembentukan dan produksi garam empedu, serta detoksifikasi zat endogen dan eksogen yang terakumulasi seiring waktu, pembentukan/sekresi empedu dan produksi enzim.
  • Sel pankreas:

    Sel ini bertanggung jawab untuk memproduksi bahan kimia seperti glukagon dan insulin yang mengatur kadar gula darah.
  • Sel kelenjar:

    Sel kelenjar memproduksi dan mengeluarkan hormon, enzim pencernaan, keringat dan air mata.
  • Sel reproduksi:

    Sel reproduksi wanita disebut sel telur atau sel telur, sedangkan pada pria disebut sel sperma. Meskipun tidak semua sel dalam tubuh kita terwakili di sini, daftar ini memberi Anda gambaran tentang keragamannya.

  • Setiap jenis sel memiliki fungsi penting dalam menjaga tubuh kita berfungsi secara efektif. Kehidupan itu sendiri bergantung pada sel. Tugas mereka adalah melakukan berbagai proses tubuh yang penting bagi kesejahteraan kita secara keseluruhan; gambaran proses suatu sel dapat dilihat di bawah ini:

    Pertumbuhan dan Perkembangan: Manusia mempunyai banyak kemampuan untuk maju melalui pembelahan dan perluasan sel yang dikendalikan oleh DNA yang ditemukan di dalam sel, dengan DNA sebagai yang terdepan. Proses ini memastikan pertumbuhan.

    Metabolisme:Metabolisme mengacu pada proses di mana sel mengubah makanan menjadi energi untuk tujuan pertumbuhan, pemeliharaan, dan perbaikan tubuh. Metabolisme membantu menciptakan vitalitas yang menyediakan energi yang diperlukan untuk proses kehidupan seperti perkembangan, perbaikan dan pertumbuhan seseorang.

    Membangun Kembali dan Memelihara: Sel memelihara dan memperbaiki jaringan dan organ tubuh melalui mekanisme pemeliharaan dan perbaikan seperti detoksifikasi oleh sel hati; sementara sel-sel kulit memperbaharui dirinya dengan terus membelah untuk menggantikan sel-sel kulit mati.

    Respon terhadap Rangsangan:Hormon, neurotransmitter, dan stres mekanis hanyalah beberapa contoh rangsangan yang dapat menyebabkan sel merespons, sehingga memberikan tubuh Anda kemampuan untuk beradaptasi baik secara eksternal maupun internal ketika terjadi perubahan. Komunikasi: Sel mengoordinasikan aktivitasnya untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan melalui komunikasi melalui jalur sinyal.

    Fungsi Kekebalan Tubuh:Sistem kekebalan tubuh kita sangat bergantung pada sel-sel seperti sel darah putih untuk melindungi kita dari penyakit dan infeksi, sehingga menjaga tubuh tetap sehat. Kematian sel yang diinduksi secara terprogram (apoptosis), adalah proses penting dalam homeostasis dan pertumbuhan jaringan yang membantu menghilangkan sel-sel yang tidak sehat atau berlebihan dari jaringan kita.

    Setiap sel dalam tubuh kita memiliki tujuan penting yang berkontribusi terhadap fungsi tubuh secara keseluruhan. Kesehatan yang baik bergantung pada sel-sel ini yang beroperasi secara optimal.