Usus Halus dan Fungsinya


Fungsi Usus Halus
Gambar ilustrasi fungsi usus halus

Biologi - Usus halus berfungsi untuk menyerap nutrisi atau sari-sari makanan (karbohidrat, protein, lipid, vitamin, dan mineral) yang masuk ke dalamnya. Organ pencernaan ini menyerap nutrisi yang berasal dari lambung. Sementara itu materi yang tidak tercerna dikirim ke usus besar.

Sebelum membaca lebih lanjut, kami sarankan agar Anda menonton video tentang sistem pencernaan dibawah agar lebih paham dan mengerti tentang usus halus dan fungsinya.


Usus Halus

Usus adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak di antara perut dan anus. Usus terdiri dari dua bagian: usus halus dan usus besar. Tapi artikel ini akan fokus pada pembahasan usus halus dan fungsinya saja.
Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan yang terdiri atas tiga bagian, yaitu deudenum, jejunum, dan ileum (lihat gambar!).

Sebelum membahas fungsinya lebih dalam, mari kita bahas tentang anatomi atau bentuk dari usus halus.

Anatomi Usus Halus

Usus halus membentang dari lambung hingga bagian atas dari usus besar. Usus halus memiliki panjang lebih dari 6 meter dan melingkar di bagian tengah dari rongga perut. 
Bagian usus halus terdiri dari duodenum, jejunum dan ileum.
Gambar bagian usus halus terdiri dari duodenum, jejunum dan ileum.

Namun, meskipun panjangnya 6 meter, luas permukaan usus halus tidak cukup untuk menyerap semua nutrisi tubuh yang dibutuhkan, oleh karena itulah usus halus memiliki sifat elastis yang membuatnya bisa melebar. 

Dengan demikian, usus halus memiliki berjuta lipatan mikroskopis. Lipatan ini bisa meningkatkan luas permukaan usus halus yang berfungsi untuk penyerapan nutrisi.

Dinding bagian dalam usus halus (jejunum) terdiri dari dua jenis lipatan yang disebut plicae circulares dan rugae. Rugae membuat jaringan ekstra pada usus halus ketika berkontraksi dan menggelembungkan bila diperlukan. Para circulares plicae di sisi lain adalah struktur tetap yang terletak di dinding usus dan terdiri dari dua struktur yang disebut vili (jonjot) dan mikrovili

Kedua struktur tersebut bekerja sama memaksimalkan luas permukaan untuk penyerapan. Pembuluh darah didalam villi (jonjot) bertanggung jawab untuk transportasi nutrisi yang diserap oleh sel-sel permukaan. 

Lapisan dalam dari usus halus disebut mukosa. Mukosa terdiri dari tiga jenis sel:  
  1. Sel epitel
  2. Sel endokrin dan 
  3. Sel sekretorik.
Usus halus dibagi menjadi tiga bagian yang berbeda, yaitu duodenum (panjang 25 cm), jejunum (panjang 2,5 m) dan ilium (3,5 m panjang). Setiap bagian memiliki fungsi tertentu.

Fungsi Usus Halus

Fungsi utama usus halus adalah sebagai bagian yang paling luas dari organ pencernaan untuk penyerapan nutrisi makanan. 

Berbeda dengan usus besar yang berfungsi untuk penyerapan air dan ekskresi limbah padat (feses). Dengan demikian, fungsi usus besar lebih ke pengeluaran zat sisa tubuh.  

Makanan yang tertelan melalui mulut masuk ke dalam perut kemudian dimasukkan ke duodenum oleh otot yang disebut sfingter pilorus. Makanan yang masuk kemudian didorong melalui usus halus dengan bantuan otot-otot, gerakan otot yang menyerupai gelombang ini disebut gerakan peristaltik.

Pencernaan di Usus Halus

Sebagian besar pencernaan kimia terjadi di usus halus  (duodenum). Bahkan, duodenum bertanggung jawab untuk mencerna dan menyerap sari-sari makanan. 

Pankreas mengeluarkan enzim pencernaan, kemudian memasuki usus halus melalui saluran pankreas. 

Selain mengeluarkan enzim, pankreas juga melepaskan bikarbonat ke dalam usus halus di bawah pengaruh hormon secretin untuk menetralkan asam. Nutrisi yang dicerna pertama kali di usus halus adalah karbohidrat, protein dan lipid.

Didalam usus halus karbohidrat dipecah menjadi gula sederhana (monosakarida - glukosa). Misalnya, karbohidrat yang terdegradasi dari oligosakarida menjadi monosakarida oleh enzim amilase, setelah itu dua enzim lain: dextrinase dan glukoamilase menghancurkannya menjadi lebih halus lagi.

Empedu juga mengeluarkan kandungannya ke dalam duodenum yang berfungsi untuk memecah lemak makanan bersama dengan enzim lipase. Empedu menyelubungi molekul lemak dan membentuk gumpalan yang disebut misel. Misel inilah yang dapat diserap oleh sel-sel yang melapisi usus halus.

Protein dan peptida dipecah menjadi asam amino. Pemecahan protein dimulai di perut dan terus berlangsung di usus halus. 

Enzim proteolitik disekresikan oleh pankreas untuk memecah peptida menjadi peptida yang lebih halus. Selain itu, enzim perbatasan pankreas yang disebut carboxypeptidase membagi satu asam amino. Enzim lipase memecah trigliserida menjadi monogliserida dan asam lemak bebas.

Penyerapan Nutrisi Pada Usus Halus

Setelah makanan dicerna, hasilnya siap untuk masuk ke dalam pembuluh darah yang terletak di dinding usus dengan proses yang dikenal sebagai difusi

Difusi terbagi menjadi tiga jenis. Yaitu difusi aktif, difusi pasif dan difusi terfasilitasi.

Penyerapan nutrisi (termasuk vitamin dan mineral) terjadi di usus halus. Selain itu, lapisan mukosa pada dinding usus berfungsi menyerap nutrisi semaksimal mungkin dari makanan yang melewati usus halus.

Nutrisi yang diserap kemudian diangkut ke berbagai organ tubuh melalui pembuluh darah. Nutrisi tersebut digunakan untuk membangun protein dan zat lain yang dibutuhkan oleh tubuh. Proses ini dikenal sebagai asimilasi

Sebagian besar nutrisi yang diserap oleh jejunum dari usus halus dan nutrisi yang tidak diserap oleh jejunum diserap oleh ilium. Makanan tercerna yang tersisa akan diteruskan ke bagian berikutnya dari sistem pencernaan yaitu ke usus besar.

Fungsi usus halus cukup rumit dan menarik. Proses yang disebutkan di atas hanya lah ringkasan dari semua proses yang terdiri dari 6 saluran yang berbelit-belit dalam rongga perut kita. Usus halus adalah bagian yang sangat penting dari tubuh kita. 

Penyakit Pada Usus Halus

Kerusakan atau gangguan pada usus halus dapat menyebabkan beberapa penyakit ringan hingga berat.

Berikut adalah penyakit-penyakit pada usus halus:
  1. Kanker usus (limfoma)
  2. Cacing pita
  3. Sindrom iritasi usus
  4. Tinja hijau dan 
  5. Sembelit
Demikian pembahasan tentang usus halus dan fungsinya, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti juga sosial media kami!




Posting Komentar